Mengapa TASPEN dan ASABRI portofolio investasi selalu terlihat sehat, bahkan ketika banyak perusahaan investasi swasta mengalami kerugian ( LOSS ) ? (2026)
Dunia investasi global di tahun 2026 bukanlah tempat ramah bagi orang orang yang jantungnya lemah. Investasi dipenuhi oleh dinamika bearish dan bullish, volatilitas makroekonomi yang tak terduga, inflasi, geopolitik, aset crypto yang sering mengalami siklus koreksi tajam, perubahan suku bunga, obligasi, deposito dan aneka macam lanskap investasi yang dipenuhi oleh gejolak ketidakpastian. Orang orang investor maupun manajer investasi swasta seperti reksadana, hedge funds, angel investor, dll. Harus extra berpikir keras setiap hari, melakukan kalkulasi perhitungan mendetail pada aneka macam laporan data, begadang siang malam dan berdarah darah untuk membaca arah trend proyeksi ekonomi. Tak ayal, seringkali investor swasta harus mengalami loss ( rugi ) sehingga menyebabkan pendapatan menurun. Bahkan manajer profesional swasta sekalipun, kadang kala harus terjatuh dimana hasil portofolionya menjadi minus. Namun menariknya. Ada sebuah anomali di Indonesia. Sebuah lembaga pensiun negara...