Jika berbicara tentang industri senjata. Lembaga SIPRI hampir selalu dijadikan rujukan oleh akademisi, jurnalis media, hingga analis pengamat militer di seluruh dunia. SIPRI atau Stockholm International Peace Research Institute yang berkantor pusat di Swedia ( EU ) kembali merilis laporan tahunan tentang aliran ekspor persenjataan global pada tahun 2026 yang merujuk pada data perdagangan senjata tahun 2025. Saya ( Afrid Fransisco ) selalu berusaha mencoba melihat angka statistik dengan penuh kehati hatian untuk mencegah adanya bias kepentingan geopolitik dan kepalsuan data yang seringkali sepenuhnya tidak mencerminkan realitas & fakta nyata dilapangan. Sebagai contoh : SIPRI menyebut bahwa Amerika Serikat menguasai sekitar 42% pangsa ekspor senjata global . Namun secara pribadi saya percaya bahwa angka tersebut lebih tinggi dari 50%. Kedua yaitu adanya teknologi AI. Metologi SIPRI hanya menghitung penjualan perangkat keras militer ( pesawat tempur, drone, kapal, tank, artileri, dll...